23 April 2015

Ahli penolakan

Bagamana sih rasanya ditolak?
Kecewa? Pasti. 
Sakit? Tentu. 
Depresi? Mungkin. 
Merasa dunia tidak membutuhkan kita? Sedikit ada. 
Putus ada? Jangan sampai.
Tapi bagaimana sih cara mengatasi hal seperti itu?
Aku tidak akan memberi hal-hal seperti “itu yg terbaik”, “itu bukan jodohnya” atau semacamnya.
Penolakan terkadang memang nasib kita yang memang “kurang” dalam pengalaman hidup ini. “kurang” mengerti diri sendiri. Ada pepatah “ingin hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai”, penolakan dalam hal yang seperti diatas memang pasti kita alami. Bukan karena itu yang terbaik atau yang kurang jodoh, tapi karena kita tak tau apa yang menjadi strong point kita dan apa yang kita tuju.
Terus apa yang kita lakukan untuk lakukan untuk menjadi seorang “ahli penolakan”?
Ahli penolakan yang seperti aku maksud adalah seorang yang mempunyai tujuan, untuk mengapai tujuan itu dia mengambil semua jalan yang ada didepannya. Tentu jalan yang dilalui tidak semua akan membawa ke tujuan yang sama, dan akhirnya akan ada yang namanya penolakan. (coba lihat film accepted)
Seorang yang mengalami penolakan pasti akan mengalami kekecewaan, tentu akan sakit juga ketika ditolak, terkadang juga timbul rasa depresi dan merasa dunia tak adil, dunia tak membutuhkannya. Tapi seorang ahli penolakan tidak akan putus asa, karena dia mempunyai tujuan diakhir jalannya. (coba lihat anime Sakurasou no Pet na Kanojo)
Jalan yang dilalui dalam hidup ini semua bercabang, ketika ada persimpangan tentu akan ada pilihan. Ketika ada pilihan tentu akan ada konsekuensi. Penolakan merupakan salah satu konsekuensi yang akan dihadapi, tapi jangan sampai hal itu menciutkan semangat kita. Seorang tukang batu pun harus memukul berkali-kali untuk memecahkan sebuah batu. Bukan Cuma sekali, tapi berkali-kali.
Yah mungkin Cuma itu yang bisa saya tulis.
23 april 2015 pukul 12.48
Menulis setelah kegagalan juga bisa membuat hati lebih tenang. :D

6 November 2012

I’m otaku

Aku berusia 20 tahun, dan aku suka manga dan anime.
Mungkin sedikit aneh kalau dilingkunganku aku yang sudah 20 tahun, kuliah, n sambil kerja masih suka yg namanya anime atau manga. Mereka beranggapan begitu karena mereka menganggap anime n manga tuh hanya untuk anak kecil. Yang lebih parah lagi mereka menganggap anime itu sama dengan kartun.
Hello,,, anime itu tidak sama dengan kartun….!!!!
Anime juga ada yg genrenya untuk remaja keatas dan ada yang untuk anak kecil. Coba kalau mereka liat to love ru, kissxsis, high school dxd, dan masih banyak lagi. Apa mereka akan mengira anime hanya untuk anak kecil???
Banyak hal yang membuatku suka anime dan manga daripada kartun barat, film Indonesia, and SINETRON.
Pertama, dalam anime n manga kita disuguhkan cerita yang bagus dan punya tujuan yang jelas pada akhirnya. Missal naruto yang ingin jadi hokage, luffy yang pengen jadi raja bajak laut, mashiro yang pengen buat anime dan menikah dengan miho, dan lain-lain serta alurnya terarah dan dikemas menarik.
Kedua, dalam anime n manga kita mendapatkan pelajaran yang sangat banyak terutama tentang persahabatan. Missal luffy yang ingin melindungi crew nya walau menjadikannya musuh marinir, natsu yang bertarung mati-matian demi menyelamatkan teman-temannya, dll. Tidak seperti sinetron Indonesia yang isinya tentang intrik, bully, kepicikan, iri, dendam.
Ketiga, anime dan manga tidaklah monoton, merangsang imajinasi kita, dan setiap karya mempunyai keunikan, komposisi, dan unique flavor sendiri. Sehingga jarang kita temui cerita yang sama. Missal ninja dalam naruto, dan ninja dalam serial lain berbeda. Shinigami dalam bleach dan shinigami serial lain juga berbeda, dll. Kesemuanya dikemas dalam bentuk yang berbeda dan menarik. Berbeda dengan film, sinetron Indonesia yang intinya permusuhan antara kaya-miskin, majikan-pembantu, cinta terlarang, dll.
Jika ditanya apakah saya bangga menjadi otaku? Saya akan jawab, I’m proud of it. Karena dalam anime dan manga banyak pelajaran yang bias saya peroleh. Banyak hiburan, cerita yang menarik, mengembangkan imajinasi saya, dan tentunya kita akan lebih menghargai yang namanya persahabatan karena dalam anime dan manga rata-rata membahas kebaikan, kebenaran, dan arti sebuah persahabatan. ^_^

13 April 2012

obsesi



Setiap orang pasti mempunyai obsesi.
Tapi apa obsesimu?
Obsesi berbeda dengan ambisi. Jika ambisi lebih bermakna negatif, maka obsesi sebaliknya. Obsesi hampir sama dengan cita-cita dan keinginan.
Setiap orang yang mempunyai keinginan pasti ingin cita-citanya terpenuhi.
Dijaman ini banyak orang yang mempunyai cita-cita tapi takut untuk mengejar cita-citanya tersebut. Mereka yang takut mengejar cita-citanya adalah orang yang takut keluar dari kenyamanannya.
Kenyamanan yang sudah melekat pada dirinya akan mencekram kuat-kuat dengan menimbulkan ketakutan-ketakutan yang tidak nyata dan belum tentu akan didapatinya. Tetapi ketakutan yang belum nyata itu akan membelenggu cita-cita kita dan akhirnya kita hanya akan mendapati cita-cita kita hanyalah sebuah impian indah yang sudah tidak mungkin kita dapatkan karena kita telah terlambat jika ingin mengembalikan diri kita ke jalur tersebut.
Suatu gambaran orang yang mengejar cita-citanya adalah dalam manga (komik jepang) one piece, dimana setiap orang belum tau apakah one piece itu ada atau tidak dengan hanya mengikuti perkataan terakhir gold roger sang raja bajak laut. Dan semua bajak laut berebut untuk mendapatkannya demi mengejar cita-citanya menjadi raja bajak laut.
Selain manga one piece ada juga manga yang sangat terkenal, yaitu naruto. Dalam manga tersebut diceritakan seorang ninja yang ingin menjadi hokage (pemimpin desa) di desa konoha yaitu naruto. Dalam tubuhnya yang disegel seekor monster sehingga dia disisihkan oleh warga desa, dia berusaha untuk mendapatkan pengakuan, menjadi hero, dan melakukan semua hal yang ia bisa lakukan demi meraih impiannya menjadi hokage walaupun suka duka silih berganti menyambutnya.
Dan manga yang paling saya suka, yaitu bakuman yang inti jalan ceritanya mengisahkan tentang perjalanan pair of mangaka untuk mengejar impiannya dalam menjadi mangaka yang terkenal dan sukses serta mengejar cintanya dengan hasil karyanya tersebut.
Sebenarnya masih banyak hal-hal yang bisa kita ambil contoh perjuangan para pemimpi-pemimpi. Misalkan Andrea Hirata yang mimpi-mimpinya sudah ia ceritakan dalam tetralogi laskar pelangi. Perjuangan-perjuangan para pejuang kemerdekaan, dan lain sebagainya.
Untuk mencapai apa yang kita inginkan hanya ada satu hal yang bisa kita lakukan, yaitu KELUAR DARI KEADAAN NYAMAN kita. Karena jika kita ingin menjalani mimpi-mimpi kita, maka kita harus bersiap untuk merasakan manis pahitnya sebuah perjuangan.

1 Agustus 2011

surat dari sahabat

Aku adalah seorang mahasiswa disebuah perguruan tinggi. Setiap ada waktu luang dari jadwalku, aku selalu menyempatkan diriku untuk membuka internet. Sekedar mencari teman, mencari info, atau membaca artikel-artikel.

Aku sangat menyukai masalah lingkungan. Sehingga aku bergabung dalam forum-forum yang membahas lingkungan. Disebuah forumlah aku bisa mengenalnya. Namanya Anto, seorang yang sekarang juga sedang kuliah.

Kami sering berkirim email untuk membicarakan masalah lingkungan. Dan pada hari itu aku menerima email darinya. Email yang menceritakan rumahnya. Dan mulailah aku membacanya,

Teman, tentunya kamu tau Global warming atau dalam bahasa kita lebih dikenal pemanasan global itu apa. Mungkin semua orang tau kata itu dan semua paham kata itu, maknanya, sebabnya, akibatnya. Kata yang mungkin paling banyak diucap orang saat ini. Kata yang paling banyak mendapat perhatian. Kata yang selalu dibahas dimana mana, dalam setiap forum. Ya itulah pemanasan global.

teman, Setiap aku lihat diforum-forum yang aku kunjungi aku selalu melihat orang menyerukan stop global warming, kurangi pencemaran udara, jangan tebang hutan kami, dll. Semua membicarakan hal itu. Tapi apa sekarang? Tak ada hasil yang aku dapat.

Aku akan bercerita sedikit tentang diriku teman. Aku adalah anak pinggiran. Aku tinggal disebuah pulau yang elok pemandangannya, kaya akan hasil bumi, aku suka hidup disini. Penduduknya juga baik-baik, saling tolong menolong, sopan santun. Anak muda nya sopan kepada yang tua, yang tua menyayangi yang muda.

Aku sangat bangga pada pulauku ini, walau jauh dari peadapan maju tapi aku tak minder. Aku punya sesuatu dipulau ini yang lebih berharga daripada gedget-gedget mereka.

Tapi sejak bumi kita ini mengalami yang namanya global warming, pulauku terasa ada yang berkurang. Ya sesuatu seakan semakin menghilang. Tapi apa? Lama kelamaan aku baru sadar. Bahwa yang hilang adalah pulauku sendiri. Air laut yang naik mengakibatkan Pulau indahku terkubur lautan. Semua gara-gara dua kata itu. Pemanasan global. Ya karena itu.

Teman, Pulauku memang tidak hilang semua, tapi semua yang ada dipulauku mulai menghilang. Teman-temanku, tetanggaku, semua penduduk mulai mengungsi. Padahal tak ada tsunami, tak ada gunung meletus. Tapi kenapa semua mengungsi? Ternyata baru aku tau ternyata global warming itu sebuah bencana. Baru aku tau sekarang ada yang namanya pengungsi musim. Karena setelah musim penghujan pulauku hilang seperti tak pernah ada.

Setelah aku mengungsi, aku pun kembali. Tapi apa yang aku dapati? Aku tak melihat pulauku lagi. Aku binggung. Apa ini pulauku yang indah dulu? Tapi apa yang sekarang aku dapati hanyalah sebuah dataran kosong yang hanya ada bekas-bekas seperti pernah ada kehidupan.

Hampir semua orang yang kembali kepulau memilih kembali ke pulau pengungsian dan banyak yang hijrah ke daerah lain dinegri ini untuk memulai hidup baru. Tapi bagaimana aku? Aku tak ingin pergi aku tak ingin meninggalkan pulau indahku. Aku sudah mempunyai teman disini. Aku tak mau pisah dengan tanah ini.

Tapi apa daya, aku tak bisa untuk tinggal lagi. Orang tuaku memilih untuk pindah ke pulau utama. Pulau jawa. Kami akan memulai hidup baru. Berarti aku harus mencari teman baru, rumah baru, dan semuanya. Tapi apakah aku akan diterima dipulau ini teman? Dan dimana lagi akan aku dapati tempat seperti pulauku dulu dipulai jawa ini? Tak ada. Mungkin tak ada.

Teman, sungguh aku rindu pulauku. Aku ingin kembali kepulauku. Aku ingin teman-temanku. Aku rindu semuanya teman. Aku tak mau berpisah.

Teman, salah siapa semua ini terjadi? Kami tak pernah merusak hutan karena hutan teman kami, kami tak pernah mencemari udara. Udara kami adalah yang paling bersih teman. Tapi kenapa kami yang harus menerima semua akibatnya? Kenapa hanya kami yang yang merasakan penderitaan? Kenapa teman? Kenapa?

Mungkin jika semua orang melihat pulauku ini akan merubah mereka, merubah perilaku mereka agar tak mencemari lingkungan. Dan pulauku akan selamat. Tapi rasa tamak manusia, rasa tak puas telah membutakan mata mereka.

Teman, sekarang aku hanya bisa pasrah. Aku hanya bisa melihat pulauku dalam mimpi-mimpiku. hanya kenangan yang tersisa dari pulauku yang indah. Hanya dalam mimpi-mimpiku aku bisa merasakan keindahan pulauku lagi.

Teman, mungkin hanya ini yang bisa aku katakan tentang pulau indahku. Pulau yang sekarang hanya ada dalam mimpiku.

Teman, aku menceritakan hal ini agar orang-orang tau dan membuka mata hatinya. Agar tak ada pulau-pulau lagi yang senasip dengan pulauku.

Terimakasih teman.

Itulah surat dari teman baruku. Temanku yang telah mengalami penderitaan akibat ulah para manusia yang mengundulu hutan, membuang sampah sembarangan, mencemari lingkungan. Termasuk aku sendiri.

Oh temanku yang malang, maafkanlah diriku.

14 Juni 2011

antara amarah dan orang bodoh


hal yang paling aku suka dari film selain ceritanya adalah apa yang bisa aku ambil dari film untuk belajar merubah diriku dan menambah pengetahuanku.
salah satu contohnya ketika malam itu aku menonton film SHOOT'EM UP. dalam salah satu adegan aku mendapat info yang sangat menarik, yaitu jika kita mengeluarkan amarah kita (dikendalikan amarah), kita akan mengeluarkan hormon yang disebut tryptophan hydroxylase yang akan bekerja sementara waktu menurunkan IQ. dari hal tersebut aku menyimpulkan bahwa orang yang tak dapat mengendalikan amarahnya akan sangat mungkin bertindak bodoh tanpa berfikir panjang. misalnya orang yang sedang bertengkar bisa saling bunuh, orang yang sedang mendapat hukuman akan membanting pintu, dll. dan setelah kejadian itu sudah terlewati baru akan terfikir kenapa dia begitu BODOHNYA melakukan hal hal yang tidak berguna bahkan sangatlah merugikan baginya dan orang lain. hal ini juga bisa kita lihat pada berita berita kriminal yang menyuguhkan berbagai penyesalan yang tak berarti hanya karena tak bisa mengendalikan amarahnya.
maka dari itu, kita sebagai generasi muda jadilah generasi yang pntar. generasi smart yang bisa mengendalikan amarahnya. generasi yang bisa memecahkan berbagai masalah yang dihadapi dengan kepala dingin.

semoga bermanfaat ^_^