Bagamana sih rasanya ditolak?
Kecewa? Pasti.
Sakit? Tentu.
Depresi? Mungkin.
Merasa dunia
tidak membutuhkan kita? Sedikit ada.
Putus ada? Jangan sampai.
Tapi bagaimana sih cara mengatasi hal seperti itu?
Aku tidak akan memberi hal-hal seperti “itu yg terbaik”,
“itu bukan jodohnya” atau semacamnya.
Penolakan terkadang memang nasib kita yang memang “kurang”
dalam pengalaman hidup ini. “kurang” mengerti diri sendiri. Ada pepatah “ingin
hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai”, penolakan dalam hal yang
seperti diatas memang pasti kita alami. Bukan karena itu yang terbaik atau yang
kurang jodoh, tapi karena kita tak tau apa yang menjadi strong point kita dan
apa yang kita tuju.
Terus apa yang kita lakukan untuk lakukan untuk menjadi seorang
“ahli penolakan”?
Ahli penolakan yang seperti aku maksud adalah seorang yang
mempunyai tujuan, untuk mengapai tujuan itu dia mengambil semua jalan yang ada
didepannya. Tentu jalan yang dilalui tidak semua akan membawa ke tujuan yang
sama, dan akhirnya akan ada yang namanya penolakan. (coba lihat film accepted)
Seorang yang mengalami penolakan pasti akan mengalami
kekecewaan, tentu akan sakit juga ketika ditolak, terkadang juga timbul rasa
depresi dan merasa dunia tak adil, dunia tak membutuhkannya. Tapi seorang ahli
penolakan tidak akan putus asa, karena dia mempunyai tujuan diakhir jalannya.
(coba lihat anime Sakurasou no Pet na
Kanojo)
Jalan yang dilalui dalam hidup ini semua bercabang, ketika
ada persimpangan tentu akan ada pilihan. Ketika ada pilihan tentu akan ada
konsekuensi. Penolakan merupakan salah satu konsekuensi yang akan dihadapi,
tapi jangan sampai hal itu menciutkan semangat kita. Seorang tukang batu pun
harus memukul berkali-kali untuk memecahkan sebuah batu. Bukan Cuma sekali,
tapi berkali-kali.
Yah mungkin Cuma itu yang bisa saya tulis.
23 april 2015 pukul 12.48
Menulis setelah kegagalan juga bisa membuat hati lebih
tenang. :D

1 komentar:
Walaupun aku harus hilang dari hatinya, aku harus tersenyum seperti anak kecil.
(Conan)
--HN--
Posting Komentar